Data atau Datum

Data adalah sekumpulan informasi, fakta-fakta atau angka-angka yang dapat digunakan untuk menarik kesimpulan. Data perlu dikelompokkan, diorganisir, diolah, dianalisis sehingga menjadi informasi yang bermakna.

Jenis-jenis Data

Berdasarkan Cara Memperoleh Data (Sumber Data)

  • Data Primer adalah data yang diperoleh secara langsung dari sumbernya, Contoh: data kuasioner
  • Data Sekunder adalah data yang diperoleh secara tidak langsung, Contoh: data dari dokumen

Berdasarkan Waktu Pengumpulan

  • Data Time Series adalah data yang dikumpulkan dari waktu kewaktu sehingga menggambarkan perkembangan dari objek yang diamati/diteliti. Kuncinya: (1) ada “waktu” dalam pengambilan data seperti jam, hari, bulan, tahun,; (2) hanya ada satu objek/variabel yang diamati. Contoh: data indeks saham, data penjualan, data berat badan bayi per bulan
  • Data Cross Section adalah data yang dikumpulkan pada periode waktu tertentu pada beberapa objek dengan tujuan menggambarkan keadaan tertentu.

Berdasarkan Sifat

  • Data Kuantitatif adalah data yang berupa atau dinyatakan dalam bentuk agka/ numerik. Data kuantitatif dibedakan menjadi dua, yaitu Data Diskrit artinya data kuantitatif dalam bentuk bilangan bulat (data jumalh penduduk, data jumlah pemilih tetap, data jumlah mahasiswa, dsb), sedangkan Data Kontinyu artinya data kuantitatif yang berbentuk bilangan bualat atau pecahan yang diperoleh dari hasil pengukuran (data suhu badan, data hasil belajar, data tinggi badan, dsb)
  • Data Kualitatif  adalah Data yang berbentuk kata-kata atau kalimat (narasi)

 

Skala Pengukuran Data

Ada empat (4) jenis skala pengukuran yang sering digunakan dalam penelitian

Data Interval, ciri data interval:

  1. Menunjukkan tingkatan maupun kualitasnya yang antar tingkatan yang berdekatan mempunyai jarak yang pasti dan sama
  2. Tidak memilki nilai nol mutlak artinya nilai nol tidak berarti tidak bernilai sama sekali. Contoh Nilai prestasi, nilai tes matimatika siswa 0, 0 disini bukan berarti tidak memilki kemampuan matematika sama sekali. Suhu, ketika suhu ruangan diukur ternyata diperoleh suhu 00C, bukan berarti suhu ruangan tersebut tidak memilki suhu sama sekali.
  3. Tidak dapat diperbandingkan dengan hukum komutatif. Contohnya siswa ynag mendapat nilai 100 tidak bisa dikatakan bahwa kemampuan siswa A 2x lipat siswa B yang mendapat nilai 50.

Data Rasio, Ciri data rasio:

  1. Memiliki nilai nol mutlak, artinya nilai 0 disini benar-benar tidak berarti sama sekali
  2. Dapat diperbandingkan dengan hokum komutatif
  3. Contoh data skala rasio: Luas 0 m2, berarti memang tidak memilki luas sama sekali (0). Berat benda 20 kg, berarti memang berat benda tersebut dua kali lipat benda yang beranya 10 kg.

Data Nominal, Ciri data nominal:

  1. Skala data hasil pengukuran yang hanya dapat membedakan antara jenis/kelompok satu dengan dengan lainnya
  2. Angka/skor yang diberikan hanya menunjukkan simbol
  3. Tidak dapat menunjukkan kuantitas atau tingkatan
  4. Contoh data skala nominal: variabel jenis kelamin, 1: laki-laki; 2: perempuan; variabel status sekolah, 1: negeri; 2: swasta, dsb.

Data ordinal, Ciri data ordinal

  1. Skala data hasil pengukuran yang sudah menunjukkan suatu tingkatan (ORDO)
  2. Rentang/jarak antara masing-masing tingkatan yang berdekatan adalah tidak sama, bersifat relative
  3. Contoh skala data oridinal: tingkat pendidikan (SD, SMP, SMA, D1, D3, S1, S2, S3), status ekonomi seseorang ( tinggi, sedang rendah)

 

Teknik Pengumpulan Data 

  1. Tes, digunakan untuk mengukur kemampuan
  2. Wawancara, wawancara terstruktur dan tidak terstruktur)
  3. Kuasioner, digunakan untuk mengukur sikap
  4. Observasi, pengamatan
  5. Dokumentasi
  6. Focus Group Discussion (FGD), data diperoleh dari hasil diskusi panel dari sekelompok individu/ahli

Baca juga tentang penyajian data serta  pengembangan “Instrumen Penelitian” baik instrument tes maupun instrument nontes)

Post Comment