Perbedaan Pengukuran, Penilaian dan Evaluasi

Kegiatan pengukuran, penilaian dan evaluasi sering kita jumpai dalam dunia pendidikan. Misalnya seorang guru ingin mengetahui atau membuat keputusan mengenai peserta didiknya apakah siswa tersebut lulus atau tidak. Dalam membuat keputusan tersebut, maka guru harus melakukan pengukuran terlebih dahulu, selanjutnya diberikan penelian, setelah itu baru dievaluasi. Setelah proses evaluasi, baru guru tersebut membuat keputusan terhadap status peserta didiknya.

Pengukuran, penilaian dan evaluasi sangat erat kaitannya dengan analisis kemampuan individu. Ke-3 komponen ini merupakan satu kesatuan yang saling berkesinambungan dalam melakukan analisis kemampuan individu atau kelompok. Perbedaan dari ke-3 komponen (pengukuran, penilaian dan evaluasi) adalah sebagai berikut:

  1. Pengukuran
  • Dalam pengukuran ada yang namaya “alat ukur” dan apa yang “diukur”. Alat ukurnya berupa instrument (tes ataupun nontes). Instrument tes digunakan untuk mengukur kemampuan kognitif & psikomotorik, sedangkan instrument nontes digunakan untuk mengukur kemampuan afektif.
  • Pengukuran yaitu mengukur sesuatu atau dapat diartikan sebagai pemberian angka / deskripsi numeric terhadap objek yang diukur sehingga dapat mengambarkan karakteristik dari objek tersebut.

Beberapa pendapat ahli tentang Pengukuran:

  • Allen & Yen (1979: 2) pengukuran (measurement) adalah penetapan angka bagi individu dengan cara sistematis yang mencerminkan sifat (karakteristik) dari individu.
  • Miller (2008: 2), pengukuran adalah deskripsi kuantitatif prestasi individu dari peserta didik pada tes tunggal atau beberapa tes penilaian.
  • Saifuddin Azwar (2010: 3) pengukuran adalah suatu prosedur pemberian angka terhadap atribut atau variabel suatu kontinum.
  • Hasil dari pengukuran adalah “Angka”

Karekteristik dari pengukuran (Saifuddin Azwar, 2010: 4-6), yaitu:

  1. Perbandingan antara atribut yang di ukur dengan alat ukurnya, maksudnya apa yang di ukur adalah atribut atau dimensi dari sesuatu, bukan sesuatu itu sendiri;
  2. Hasilnya dinyatakan secara kuantitatif, artinya hasil pengukuran berwujud angka;
  3. Hasilnya bersifat deskriptif, maksudnya hanya sebatas memberikan angka yang tidak diinterpretasikan lebih jauh.
  1. Penilaian
  • Penilaian merupakan penafsiran dari hasil pengukuran
  • Penilaian adalah cara yang digunakan untuk menilai unjuk kerja individu ataupun kelompok sesuai dengan kriteria tertentu guna memperoleh informasi yang berguna sebagai alternatif dalam pengambilan keputusan

Pengertian penilaian menurut beberapa ahli:

  • Mahrens & Lehman (1973: 6) mengungkapkan bahwa penilaian merupakan proses memperoleh dan memberikan informasi yang berguna sebagai alternatif pengambilan keputusan.
  • Djemari Mardapi (2008: 1) menjelaskan bahwa penilaian atau assesment mencakup semua cara yang digunakan untuk menilai unjuk kerja individu atau kelompok
  • Reynolds, Livingston, & Willson (2010: 3) penilaian (Assesment) adalah beberapa prosedur sistematis untuk mengumpulkan informasi yang dapat digunakan untuk membuat kesimpulan tentang karakteristik seseorang atau objek.
  • Tujuan penilaian àuntuk menginformasikan keputusan tentang pengalaman belajar dan melaporkan apa yang sudah diperoleh.
  • Penilaian dapat dilakukan dengan dua pendekatan, yaitu Pendekatan Acuan Norma (PAN) dan Pendekatan Acuan Kriteria (PAK)
  • Pendekatan Acuan Norma (PAN) mengacu pada distribusi normal, yang berarti bahwa penafsiran hasil pengukuran dibandingkan dengan kelompoknya, dengan kata lain melakukan pengukuran terlebih dahulu, baru ditetapkan kriteria penilaian
  • Pendekatan Acuan Kriteria (PAK) yang berarti bahwa penafsiran hasil pengukuran dibandingkan dengan kriteria yang telah ditentukan sebelumnya. Dengan kata lain menentukan kriteria penilaian terlebih dahulu, baru melakukan pengukuran.
  1. Evaluasi
  • Evaluasi adalah kegiatan yang dilaksanakan sebagai alternatif untuk memperbaiki program atau kegiatan yang sedang atau sudah dilaksanakan.

Pengertian evaluasi menurut beberapa ahli:

  • Djemari Mardapi (2008: 8),  evaluasi  merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam meningkatkan kualitas, kinerja atau produktifitas suatu satuan lembaga dalam melaksanakan  suatu program.
  • Miller (2008: 2), evaluasi adalah penilaian kualitatif yang menggunakan hasil pengukuran dari tes dan informasi penilaian untuk menentukan nilai.
  • Griffin dan Nix (dalam Mardapi, 2012: 26) adalah judgment terhadap nilai atau implikasi dari hasil pengukuran. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan evaluasi selalu didahului dengan kegiatan pengukuran dan penilaian.
  • Tujuan evaluasi yaitu evaluasi bertujuan untuk meningkatkan kualitas proses dan memberikan kepautusan terhadap suatu program yang dievaluasi apakah program tersebut diperbaiki, diteruskan atau dihentikan.
  • Kegunaan Evaluasi yaitu hasil evaluasi dapat digunakan sebagai acuan dalam pengambilan keputusan/kebijakan

Berdasarkan penjelasan mengenai pengukuran, penilaian dan evaluasi, maka jelaslah bahwa ke-3 hal ini saling terkait. Penilaian tidak bisa dilakukan tanpa adanya pengukuran terlebih dahulu dan evaluasi juga tidak dapat dilakukan tanpa adanya pengukuran dan penilaian.

Daftar Pustaka:

  • MJ & Yen.W.M.1979. Introduction to measurement theory. California:Brooks/Cole Publishing Company.
  • Reynolds, C.R., Livingston, R.B., & Willson, V. (2010). Measurement and assessment in education. New Jersey: Pearson Education, Inc.
  • Djemari Mardapi. 2012. Pengukuran, penilaian dan evaluasi pendidikan. Yogyakarta: Nuha Medika
  • Miller, P. W. (2008). Measurement and teaching. Munster, Indiana: Patrick W. Miller & Associates.

Post Comment