Teknik Pengambilan Sampel atau Teknik Sampling

Kesalahan yang sering dilakukan dalam menyusun proposal penelitian, kalian menyebutkan populasinya siapa, sampelnya siapa, ukuran/jumlah sampel berapa, TAPI..kalian tidak menyebutkan teknik pengambilan sampel nya bagaimana, diperoleh ukuran sampel sekian diperoleh dari mana?Don’t Do That Guys!!

Yupp..kata “Sampel” pasti sudah tidak asing lagi apalagi buat kalian yang lagi nyusun penelitian tugas akhir. “Sampel” merupakan bagian dari populasi. Hasil analisis pada sampel digunakan sebagai generalisasi penarikan kesimpulan pada populasinya. Teknik Pengambilan Sampel sering disebut dengan teknik sampling.

Teknik Pengambilan Sampel di bedakan menjadi dua, yaitu Probability Sampling dan Non Probability Sampling.

teknik sampling

Probability Sampling

Merupakan teknik pengambilan sampel yang  memberi peluang atau kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel

  • Simple Random Sampling (sampel acak); setiap anggota populasi memiliki kesempatan yang sama untuk dipilih secara acak menjadi sampel. Contoh: Populasi kelas A 30 siswa, misalkan diambil 20% untuk dijadikan sampel (6 siswa), lakukan saja seperti mengocok arisan, nanti ke-6 nomor absen yang keluar itulah yang dijadikan sampel. Jadi setiap siswa memliki kesempatan yang sama untuk dijadikan sampel.
  • Proportionate stratified random sampling; digunakan ketika populasi terdiri dari beberapa lapisan atau tingkatan. Misalnya Populasinya adalah pelajar SMA A, pelajar SMA terdiri dari Kelas X, XI dan XII, maka sampel yang diambil harus mewakili kelas X, XI dan XII. Populasi siswa SMA A sebanyak 750, dengan rincian kelas X=240; kelas XI: 260 dan Kelas XII=250. Jika ukuran/jumlah sampel yang diperoleh 300, maka jumlah sampel dari masing-masing kelas:
  • X = (240/750) x 300 = 96
  • XI = (260/750) x 300 = 104
  • XII = (250/750) x 300 = 100
  • Total sampel (96 + 104 + 100 = 300). Jika hasil perhitungan ukuran sampel berbentuk decimal, maka bulatkan sesuai dengan aturan pembulatan.
  • Disproportionate stratified random sampling; pada dasarnya sama dengan teknik proportionate, namun yang membedakan ketika ada strata populasi yang jumlahnya tidak propotional dijadikan sebagai bahan pertimbangan pengambilan sampel. Contoh, misalnya mau melihat kinerja karyawan STAI A dengan populasi sebagai berikut: Pegawai Lulusan SMA/SMK =2; D3 =15 ; S1=30; S2=70, S3=3. Oleh karena jumlah populasi karyawan lulusan SMA/SMK & S3 terlalu sedikit (tidak proposional) jika dibandingkan dengan yang lainnya maka diambil semua sebagai sampel, sedangkan sisanya cara menentukan ukuran sampel sama dengan propotinate.
  • Area (cluster) sampling (sampling menurut daerah); menentukan sampel jika populasi atau sumber data yang akan diteliti sangat luas, misalnya melihat Prestasi Belajar Siswa SD Kabupaten A; dari kabupaten masih dipecah menjadi Kecamatan, dari Kecamatan di pecah menjadi Desa. SD masih bisa di golongkan SD unggulan, mengah dan kebawah.

 

Nonprobability Sampling

Merupakan teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang atau kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel

  • Sampling Sistematis; Penentuan sampel diatur dengan sistematis seperti berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut. Contoh: Populasi kelas A terdiri dari 40 mahasiswa, sampel diambil berdasarkan nomor absen genap/ganjil, bisa juga misalkan kelipatan dari 2, dst.
  • Sampling Kuota; Menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah (kuota) yang diinginkan terpenuhi.
  • Sampling Aksidental; Tekknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data
  • Purposive Sampling; Penentuan sampel berdasarkan pertimbangan atau kriteria tertentu. Contoh: Penelitian tentang kinerja guru, maka populasinya adalah guru, kriteria sampelnya misalnya: guru dengan masa kerja minimal 10 tahun, sudah bersertifikasi, pangkat golongan minimal III/b, dst.
  • Sampling Jenuh; Sampel yang digunakan dari semua anggota populasi. Dengan kata lain populasi dijadikan sampel. Hal ini dilakukan jika populasinya sedikit (< 30), Namun ada beberapa ahli yang berpendapat jika populasi kurang dari 100, maka dilakukan teknik sampling jenuh
  • Snowball Sampling; Teknik penentuan sampel yang awal mulanya kecil selanjutnya berkembang menjadi banyak, pada umumnya teknik ini digunakan pada penelitian kualitatif.

Gimana guys, sudah ada gambaran tentang teknik pengambilan sampel mana yang akan kalian gunakan, semoga bisa membantu ya,,

Happy Learning 🙂

Post Comment